Dua Anggota Polisi Di Pecat Secara Tidak Hormat

0
189

SNN–Dua anggota Kepolisian Daerah Banten yakni Bripda Haerul Anwar yang merupakan anggota Yanma Polda Banten dan Briptu Hendra Gunawan anggota Sat Shabara Polresta Tangerang di pecat secara tidak hormat ,di pecatnya kedua anggota tersebut lantaran melakukan pelanggaran berupa disersi pelaksanaan tugas,hal itu  berdasarkan KEPUTUSAN KAPOLDA BANTEN Nomor : KEP/ 239 / IV / 2019 tanggal 4 April 2019 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Dinas Polri atas nama Briptu Hendra Gunawan Nrp. 85110150 dan  KEPUTUSAN KAPOLDA BANTEN Nomor : KEP/ 238 / IV / 2019 tanggal 4 April 2019 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Dinas Polri atas nama Bripda Khairul Anwar Nrp. 880 90328. 

“kedua anggota tersebut melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) yakni :meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 ( tiga puluh) hari kerja secara berturut-turut dan sesuai  PPRI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. dan atau Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia, pasal 21 ayat 3 huruf (e) : Sanksi administratif berupa rekomendasi PTDH dikarenakan pelanggar KKEP melakukan : meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja secara berturut-turut”kata Kapolda dalam amanatnya yang di bacakan oleh Irwasda Polda Banten pada upacara pemberhentian di Mapolda Banten,Rabu(12/6/2019).
Menurut Irwasda Polda Banten Kombes Pol I Nyoman Labha Suradnya proses Pemberhwntian Tidak Dengan Hormat  tersebut sudah melalui proses yang cukup panjang. 
“hal ini kita lakukan melalui proses yang panjang yaitu dengan pelaksanaan sidang disiplin dan dengan komisi kode etik Polri”ujarnya. 
Lanjut I Nyoman Kapolda Banten sangat menyayangkan peristiwa ini benar-benar sangat memprihatinkan bagi semua,  dan hal ini tidak perlu terjadi,kapolda juga berharap agar anggotanya tidak meniru perbuatan anggota yang di pecat yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga. 

” Penyelenggaraan upacara PTDH ini juga bisa bermaksud agar seluruh anggota baik Polri maupun PNS dapat melihat secara langsung diharapkan tidak meniru perbuatan serupa maupun perbuatan tidak baik lainnya,  karena hal tersebut bukan hanya merugikan diri sendiri dan institusi Polri akan tetapi termasuk keluarganya ikut merasakan,  dengan peristiwa ini diingatkan kepada seluruh personel Polda Banten agar lebih mawas diri jangan samapi larut dan hanyut oleh hawa nafsu yang dapat membawa kehancuran dalam menata karir dan pelaksanaan tugas” Ucap Irwasda saat membacakan amanat Kapolda. 
Sebelum mengakhiri amanatnya Kapolda menyampaikan lima harapan kepada anggota Polda Banten. 
Pertama : kembangkan terus kemampuan individu baik teknis maupun ilmu pengetahuan Kepolisian dalam rangka meningkatkan professionalisme tugas masing-masing,
 Kedua :tingkatkan kepekaan dan ketanggap segeraan yang terjadi dimanapun saudara bertugas, 
 Ketiga : pelihara terus disiplin,  sikap,  penampilan, semangat dan dedikasi sebagai pelindung,  pengayom, dan pembimbing masyarakat dengan tetap berpedoman pada ajaran agama dan nilai-nilai tribarata, 
Empat : tanamkan etika profesi pada diri masing-masing dalam pelaksanaan tugas,  serta pelihara hubungan baik dengan seluruh masyarakat untuk memperoleh simpati dan dukungan masyarakat dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif,
Kelima, timbulkan kesadaran pribadi untuk tetap menjaga sosok bhayangkara sejati serta wujudkan rasa malu, apabila melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat.(Red) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here