Pembangunan Sekolah SMK Di Lebak Di Duga Tidak Kantongi IMB

0
400


SNN, Kegiatan Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Negeri di Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, di kerjakan secara swakelola dengan nilai anggaran 2,8 Miliar, di atas lahan satu hektare tersebut, di duga tidak mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). 

“Saya tidak mengetahui jika proses pembangunan ini harus ada IMB nya”kata Kepala Sekolah Edi Ruslani Kepada wartawan di lokasi kegiatan Selasa (18/6/2019).

Masih kata Edi, awal keberadaan SMK didesa bungur adanya sekolah filial sehingga pemerintah daerah memfasilitasi dengan membeli lahan tanah seluas 1 hektar bersertifikat karena salah satu syarat untuk dibangunnya sekolah SMK.

Menanggapi hal itu, anggota Ormas Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Kabupaten Lebak Iwan mengatakan jika kepala sekolah yang bertanggungjawab pada pembangunan SMK mengaku tidak mengetahui IMB, kata Iwan  maka  sangat tidak masuk akal.

“seharusnya sebagai kepala sekolah paham tentang aturan izin, kalo gak paham gak usah jadi kepala sekolah,”tegas iwan.

Masih kata Iwan, Izin IMB diatur oleh perundang undangan No. 36 tahun 2005 tentang peraturan pelaksanaan undang undang no. 8 tahun 2002 tentang bangunan gedung, bahwasananya setiap orang yang ingin mendirikan bangunan gedung harus memiliki izin bangunan (IMB) yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui proses permohonan izin. 

“Ya jika izin tidak ditempuh tidak menutup kemungkinan kita selaku ormas akan melakukan tindakan yang diperkenankan oleh hukum,”tegas iwan. (Alek)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here