SuaraNusantaraNews.Net – Guna mencegah meluasnya virus covid-19 dimasa adaptasi (New Normal).Bupati Lebak Iti Octavia  Jayabaya menerbitkan peraturan bupati nomor 28 tahun 2020. Sejak di tetapkanya kabupaten Lebak masuk zona Orange dengan jumlah pasien positif Corona per tanggal (22/7) mencapai 24 orang.

Dengan kasus positif yang mencapai 24 orang tersebut, menandakan masyarakat Lebak ke sadarannya masih rendah, dalam menerapkan protokol kesehatan. Maka dari itu perbup ini salahsatu upaya pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona di kabupaten Lebak. jumat, (24/7/2020).

Tim Gabungan Sedang Mensosialisasikan Di Wilayah Pasar Rangkasbitung


Menurut salah seorang pemilik Toko di pasar Rangkasbitung ibu Hj. Jaswati,  saat di datangi petugas gabungan dari unsur TNI-Polri,Satpolpp dan Dishub lebak mengatakan, saya sangat setuju dengan perbup nomor 28 tahun 2020. Mudah mudahan dengan di terapkanya peraturan bupati ini, dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tempat umum, sehingga permasalahan virus corona ini tidak meluas dan dapat segera normal kembali.

Saat Petugas Gabungan Memberikan Pemahaman Kepada Salah Satu Pedagang Tentang Perbup No 28 Tahun 2020.


“Saya setuju dengan diterbitkannya peraturan bupati Lebak nomor 28 tahun 2020, memang ini harus di  sosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat. Agar nantinya masyarakat mengetahui bahwa kalau tidak mematuhi protokol kesehatan akan di kenakan sangsi denda sebesar Rp.150 ribu dan 25 juta bagi pemilik Usaha”.

katanya di tempat terpisah pedagang buah -buahan yang berjualan di jln. pasar baru Rangkasbitung. M.Kotib, kepada SuaraNusantaraNews.Net megungkapkan, selama ini sudah banyak upaya dari pemerintah dalam menekan penyebaran virus covid-19. Mulai dari penyemprotan cairan disinfektan di pintu masuk pasar, hingga sosialisasi pencegahan dengan jaga jarak antar pedagang dengan pengunjung pasar.

“Dengan diterbitkannya perbup ini semoga dapat membuat masyarakat sadar akan pentingnya memakai masker. Apalagi di dalam perbup itu ada sangsi bagi masyarakat yang tidak mematuhinya,semoga virus corona ini cepat berlalu sehingga kami para pedagang bisa kembali berjualan dengan tenang”.  Pungkasnya (RED)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here