FORUM LSM LEBAK DATANGI DINDIK LEBAK, DI DUGA DANA BANTUAN 20 PKBM Di LEBAK BERMASALAH

0
75
“Forum Komunikasi LSM Kabupaten lebak sikapi serius persoalan dugaan ketimpangan data serta realisasi pada bantuan oprasional lembaga PKBM dikabupaten lebak Yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2019”.

Lebak, Suaranusantaranews. Net

Forum komunikasi LSM lebak menindaklanjuti hasil kajiannya dengan melakukan audiens dengan Dindikbud lebak jumat (27/11/2020).

Dilansir dari media kabarxxi.com Yayat ruyatna ketua forum LSM lebak, dirinya menjelaskan perbedaan Pagu Anggaran pada Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan (Paket) Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Kabupaten Lebak, terungkap dalam acara Audiensi FK-LSM Lebak dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Jum’at, 27 November 2020.
“Ya Materi Audiensi yang kami sampaikan kepada Dindikbud Lebak, terkait adanya perbedaan jumlah PKBM di Kabupaten Lebak, Tahun Anggaran 2019, dimana dalam data DPA, baik Perda maupun Perbup, jumlah PKBM sebanyak yang di DPA murni 20 PKBM, sementara di DPA Perubahan sebanyak 19” ujar Yayat Ruyatna, Ketua FK-LSM Lebak, ditemui usai acara Audiensi.

Dijelaskan Yatna, Penjelasan dari Dindikbud Lebak, tidak sesuai dengan Pelaporan.

“Sangat janggal. Dalam pelaporan Dindik, perbedaan tersebut, disebabkan dari hasil pelaporan PKBM, berkaitan dengan pelayanan, dan ada pengalihan anggaran dari sisa anggaran lebih untuk PKBM lain yang memerlukan, dihitung dari Dapodik. Nah, sementara yang kami tau, penetapan Plafon Anggaran itu, tolak umurnya adalah jumlah Dapodik, sehingga penjelasan tersebut sangat tidak logis” beber Yatna.

Menurut Yatna, dalam waktu dekat, pihaknya yga akan melanjutkan hasil audiensi dengan Dindikbud Lebak, ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)Kabupaten Lebak, selaku Bendahara Pengeluaran.

“Materi Audiensi yang kami sampaikan kepada Dindikbud Lebak, terkait adanya perbedaan jumlah PKBM di Kabupaten Lebak, Tahun Anggaran 2019, dimana dalam data DPA, baik Perda maupun Perbup, jumlah PKBM sebanyak yang di DPA murni 20 PKBM, sementara di DPA Perubahan sebanyak 19” ujar Yayat Ruyatna, Ketua FK-LSM Lebak, ditemui usai acara Audiensi.

Dijelaskan Yatna, Penjelasan dari Dindikbud Lebak, tidak sesuai dengan Pelaporan.

“Sangat janggal. Dalam pelaporan Dindik, perbedaan tersebut, disebabkan dari hasil pelaporan PKBM, berkaitan dengan pelayanan, dan ada pengalihan anggaran dari sisa anggaran lebih untuk PKBM lain yang memerlukan, dihitung dari Dapodik. Nah, sementara yang kami tau, penetapan Plafon Anggaran itu, tolak umurnya adalah jumlah Dapodik, sehingga penjelasan tersebut sangat tidak logis” beber Yatna.

Menurut Yatna, dalam waktu dekat, pihaknya akan melanjutkan hasil audiensi dengan Dindikbud Lebak, ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)Kabupaten Lebak, selaku Bendahara Pengeluaran. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here