Pembangunan Rabat Beton Di Desa Hegarmanah Di Duga Tidak Sesuai Aturan

0
158

Lebak – suaranusantaranews.net

Pembangunan Rabat beton yang berlokasi di blok parabon Desa Hegarmanah Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak- Banten,  yang dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK) dan di danai dari anggaran Dana Desa ( DD) TA. 2020, di duga tidak sesuai aturan.

Hal ini menjadi sorotan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat Abdi Gema Perak ( LSM-AGP) dari hasil pantauannya terlihat adanya beberapa kekurangan dan ketidak sesuaian dalam pengerjaan pembangunan rabat beton tersebut.

Sulistio Kepala Bidang Investigasi LSM Gema Perak pada media ini mengatakan ” pembangunan rabat beton yang berlokasi di blok parabon Desa Hegarmanah, dari hasil pantauan saya di lapangan dalam pengerjaanya terkesan asal – asalan, saya menduga dalam pelaksanaan pekerjaan  tidak mengacu pada aturan, baik itu alur mekanisme pelaku pembangunan juga hasil fisik pekerjaan di lapangan, saya juga menemukan sisa matrial yang tidak masuk dalam  Rencana Anggaran Biaya( RAB) yaitu batu sirtu dari pantai,senin 15 / 02/2020. terangnya.

bukan hanya itu, lanjut Sulistio ” saya juga melihat matrial pasir sirtu  dan batu yang di komposisikan dengan batu split giling, anehnya lagi papan informasi publik sudah tidak terlihat di lokasi kegiatan, padahal bangunan tersebut belum diserah terimakan ke warga masyarakat selaku penerima manfaat, bahkan saya mendapatkan informasi  dari salah seorang perangkat Desa yang namanya minta di rahasiahkan, bahwa pekerjaan itu tidak di laksanakan oleh TIm Pelaksana Kegiatan ( TPK ),tapi malah di kerjakan oleh kepala desa dan saudaranya, ini sangat terlihat jelas, Desa Hegarmanah,  Kecamatan Panggarangan selama di pimpin oleh Apid Hamidi selaku Kepala Desa setiap kali melakukan pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) melalui Dana Desa ( ADD)  hasil pekerjaan fisiknya banyak di duga asal asalan,ungkapnya.

Sulis menambahkan ” hal ini terjadi karena peran kepala desa selaku tim pengawas, artinya kepala desa pun harus mengawasi kinerja TPK Desa di dalam kegiatan, juga selaku penanggung jawab kegiatan, malah kadang terbalik, kepala desa malah jadi pelaku di kegiatan pembangunan, artinya ketua TPK, terkadang hanya di jadikan boneka cetusnya. 

dalam hal ini media suaranusantaranews.com, beberapa kali mencoba menemui Apid Hamidi Kepal Desa Hegarmah, dengan tujuan untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi, namun Kepala Desa belum pernah ada di ruang kerjanya, hingga sampai berita ini di turunkan. (Din)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here