LSM AGP Meminta Pihak TNGHS Tindak Tegas Pelaku Peti

0
117

 

Lebak – Suara Nusantara News.net

Semakin maraknya penambangan Tanpa Izin(PETI) di area Taman Nasional Gunung Halimun Salak ( TNGHS ) wilayah Selatan Kabupaten Lebak, membuat wilayah tersebut semakin rawan akan adanya bahaya tanah longsor, yang mengancam keselamatan warga setempat, hal ini menjadi sorotan bagi Lembaga Swadaya Masyarakat Abdi Gema Perak ( LSM AGP). 

Didin Muztahidin salah satu anggota LSM AGP, mengungkapkan pada media ini mengatakan ”  melihat semakin maraknya Penambangan Tanpa Izin ( PETI) di Area  Taman Nasional Gunung Halimun Salak ( TNGHS)  tepatnya  di blok Cirotan, blok Cikidang, Ciberang, Cikatumbiri,Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak Provinsi Banten, dari hasil observasi saya kerusakan lahan di wilayah TNGHS sudah sangat begitu parah, ini di sebabkan oleh ulah para penambang Ilegal yang melakukan penambangan secara sporadis, tterutama di blok – blok yang saya sebutkan tadi, Ungkap Didin, Kamis 24/2/2021 di sekretariat korwil Baksel, Jalan Raya  Bayah – Malingping Km 2  Cimangpang Panggarangan. 

Didin menambahkan ” Akibat kegiatan penambangan yang tanpa ijin tersebut, terjadi banjir bandang yang menghanyutkan satu jembatan Cikidang yang menyambungkan tiga Desa yakni Desa Cusungsang, Desa Situ Mulya, dan Desa Kujang Sari, yang sampai saat ini jembatan tersebut belum di bangun, Selain itu juga, saking maraknya penambangan Ilegal imbasnya banyak terjadi pembalak liar, kayu di tebang di jadikan stek stek lobang,ini terjadi di blok Cikidang.Sedangkan yang terjadi di blok Citotan – Cimari arah wisata Gunung Luhur, para penambang emas liar ini,gak kira kira, mereka menambang di atas dan di bawah jalan raya milik PUPR,yakni ruas jalan Cipanas – Warung Banten, bahkan ada yang menebang di bagian badan jalan,hampir di bagian bereman jalan,  lemahnya pengawasan dan penindakan dari pihak  TNGHS sehingga manambang para pelaku PETI melakukan kegiatannya ,padahal di setiap blok,ada kantor resort .ungkapnya.

“Ya,saya tidak semata mata menuding tanpa alasan, lanjut Didin ” fakta di lokasi taman nasional, ini di buktikan,dengan hasil observasi saya di lapangan, bahkan yang terjadi di blok Cimari,  jalan raya milik PUPR  provinsi Banten ,penuh dengan limbah longsoran tanah,batu,dan matrial lumpur tanah yang menutup badan jalan, menurut saya ini sudah melebihi batas ambang, pada hal di aturan taman nasional jangankan merusak tanahnya, menebang kayu di area tersebut, kita masuk dan mengambil daun keringnya saja tanpa ijin,sudah kena sanksi,apalagi melakukan penambangan liar,  tegasnya. 

saya pernah mengkonfirmasi Johan Hambali Kepala Resort  wilayah Panggarangan blok Cirotan, sambung Didin, dia mengatakan pada saya, ”   kami dari petugas taman nasional sudah melakukan tugas sesuai aturan, baik itu secara persuasip/ himbauan langsung, juga secara plakat,himbauan dengan memajang spanduk dan papan informasi publik milik taman nasional, seperti yang terpampang di Kampung Cirotan Tonggoh,  terus terang saja, Saya hampir putus asa dalam menghadapi persoalan yang sangat pelik ini Pak, Kadang saya, pernah mengajukan pindah, tapi tidak pernah di tanggapi ajuan terseebut, belum lama kami Pihak TNGHS mengadakan evaluasi kerja dengan kegiatan penambangan emas ilegal ini, untuk mencari solusi, ketika para penambang ini hengkang dan berhenti melakukan peti ini, ada pekerjaan pengganti,selain menambang, ungkap Didin mengutif perkataan Johan Hambali…(Dn) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here