Kades Hegarmanah Panggarangan Di Duga Melakukan Kebohongan Publik

0
95

Lebak-Suara Nusantara News.net

Kepala Desa Hegarmanah Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Banten di duga telah melakukan kebohongan publik terkait realisasi Dana Desa (DD)  untuk pembangunan  fisik, pasalnya pengerjaan rabat beton  yang seharusnya di kerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK) pada kenyataannya  di kerjakan oleh Kepala Desa bersama keluarganya, 

Hal ini di ungkapkan  Hariadi salah satu perangkat Desa Hergamanah pada media ini beberapa waktu lalu, dirinya memaparkan ” pengerjaan  rabat beton jalan lingkungan di blok parabon akses jalan yang menuju ke kantor Desa Hergamanah dan Kampung Babakan Girang,  dengan panjang 115 meter, di buat 3 segmen, dalam pengerjaan pembangunanya di laksanakan oleh  Apid Hamidi Kepala Hegarmanah, jelas ini tidak sesuai Tufoksi seharusnya, Pak Apid selaku Kepala Desa sebagai penanggung jawab kegiatan, dan mengawasi kinerja TPK ,ini kok  malah menjadi  pelaksana pekerjaan dengan keluarganya yang bernama Entang, paparnya.

 Sulistio Kepala Bidang Investigasi LSM AGP menyayangkan sikap kepala Desa Hegarmanah, dalam kekecewaannya mengeluhkan

” saya juga bingung dengan sikap Kades, persoalan ini muncul bukannya segera di luruskan dan di klarifikasi, kok malah di bantah, mending bantahan Kades sesuai dengan fakta,kalo tidak, ini jelas akan berimbas ke pemerintahan Desa Hegarmanah, seharusnya  sebagai Kepala Desa jangan mempertahankan pendapat yang tidak faktual, ini bisa jadi blunder ke Kades sendiri, dan juga persoalan ini secepatnya segera di klarifikasi agar ada solusinya,bukan malah membantah, padahal ini sudah jelas salah. cetusnya.

Masih kata Sulistio  ” apapun alasan Apid Hamidi itu Syah – Syah saja, itukan untuk menutupi kesalahan yang di lakukannya, tapi untuk pembuktiannya mari kita tinjau ulang kelokasi dengan ril, apa yang kami lihat dan kami dengar itulah buktinya, mau beralasan atau membantah apa dan  di media mana, bohong yah tetap saja bohong, Kepala Desa kok merangkap menjadi Pelaksana pembangunan kaya kucuran dananya datang dari nenek moyangnya saja, bebas melakukan pembangunan sendiri,  lalu yang menjadi pengawas dan menanggung jawab pekerjaan siapa,  apa harus tukang ojek yang jadi pengawas, dan juga untuk apa di bentuk TPK kalau cuma jadi boneka, bebernya.(Din)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here