Warga Cimampang Kecewa Pengerjaan Galian Tanah Drainase Jalan Nasional Tanpa Sosialisasi

0
35

Lebak – Suara Nusantara News.net.

Masyarakat pemilik rumah yang terkena imbas kegiatan pembangunan drainase di Jalan Nasional Bayah-Malingping, tepatnya di Kampung Cimangpang, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten keluhkan pengerjaan yang tidak ada sosialisasi kepada warga.
Mulyadi, warga setempat ketika dijumpai, mengatakan bahwa pada prinsipnya masyarakat mendukung sepenuhnya program pembangunan yang dilakukan pemerintah, namun, sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat. (Jumat 5/3/2021)
Kalau ada sosialisasi dari awal, lanjut Mulyadi, masyarakat bisa melakukan persiapan untuk merapihkan halanman rumah yang akan dilakukan pengerukan untuk drainase.
“Dihalaman rumah saya kan ada tanaman pot, kalau diberitahu sebelumnya, saya kan bisa pindahkan dulu” ujar Mulyadi.
Senada dikatakan Wahyu masih warga sekitar. Dirinya merasa heran mengapa pemerintah tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu.
“Kami sadar bahwa ada sebagian bangunan warga ada yang di bahu jalan, namun etikanya kan pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Wajar saja jika kami ada konpensasi ketika ada pagar rumah yang terbongkar, ” ujar Wahyu.
Di tempat yang sama, H. Encep, yang mengaku sebagai mandor lapangan mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Panggarangan.
“Sebelum saya kerja, surat pemberitahuan sudah kami sampaikan kepada pihak Kecamatan Panggarangan, Kepolisian Sektor Panggarangan dan Komando Rayon Militer Kecamatan Panggarangan” ujar Encep
Ditanya perihal konpensasi bagi warga yang terkena dampak, Ecep mengatakan bahwa tidak ada konpensasi kepada masyarakat jika ada bangunan yang terbobgkar. Karena bangunan tersebut berada di atas bahu jalan.
Pekerjaan ini lanjut Encep, merupakan pekerjaan swakelola yang dikerjakan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir. Karena lanjut Encep, berdasar pengaduan warga, di titik ini sering terjadi banjir saat musim hujan.
“Ini bukan proyek tender. Ini pekerjaan swakelola. Jadi masyarakat harus merelakan jika ada bangunan yang terbingkar” tutup Encep.
Pantauan wartawan dilapangan, ada satu unit tembok pagar milik  warga yang terbongkar, satu rumah yang talang airnya terbongkar, dan delapan rumah yang halamannya terbongkar, serta jalan tembok menuju pintu masuk Sekolah Dasar Negri. (Didin)
Editor : Sukri 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here