PT SM Di Harapkan Ikuti Aturan

0
106

Lebak – SNNews.net

Kehadiran  investor memang sangat di butuhkan dengan harapan adanya investor dapat merubah suatu wilayah apalagi ke hadirannya di wilayah Pedesaan,  secara otomatis dapat  membuat perubahan ekonomi bagi masyarakatnya,  terlebih lagi harus bisa berinvestasi dengan membawa manfaat, juga harus menjaga kindusipitas bagi masyarakat.

Seperti halnya PT Sunda Miskin ( SM ) yang informasinya akan bergerak di bidang pertambangan emas, saat ini telah melakukan pembebasan lahan di 5 Desa di kecamatan Panggarangan, dan salah satu Desa di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak – Banten.

Mengenai hal ini Epi Yudistira Ketua Umum LSM Rajam pada SNN.NET Senin 05/04- 22 angkat bicara ” Dengan hadirnya PT SM ini, di harapkan bisa bermanfaat bagi warga setempat, yang terpenting bisa mengurangi angka pengangguran terutama masyarakat di 5 Desa tersebut, sebab hadirnya Investor yang berinvestasi investasi, tentunya bisa membawa kemajuan pada suatu wilayah, di mana perusahaan itu berpijak, bisa mengangkat harkat dan martabat masyarakat secara umum, bukan individu atau kelompok, yang terpenting lagi, sebuah investasi akan berdampak positip, manakala bisa menjaga kondusivitas, artinya bisa mengakomodir untuk kepentingan masyarakat, bersosialisasi dulu kepada masyarakat, hargai warga masyarakat  yang dengan rela melepaskan hak garapannya, lakukan pula kegiatan sesuai peruntukannya atau harus sesuai ijin prinsip perusahan, jangan malah sebaliknya, ada di sebagian masyarakat Desa yang tidak menerima sosialisasi, dan munculah permasalahan permasalahan sehingga  menimbulkan gaduh dan berpolemik di sebagian warga masyarakat, ungkapnya.

Hasil penelusuran sementara dari LSM Rajam, di lapangan, PT Suda Miskin ini, terkesan ada yang di tutup tutupin, sehingga ketika ada protes baik dari warga atau dari lembaga juga beberapa media, sepertinya ketakutan banget, terkadang ada manuver yang kurang tepat, bahkan menimbulkan banyak kecurigaan, ibarat kata, ada semacam bangkai yang terbungkus, ujarnya lagi.

Seperti contoh, ketika ada media memberitakan miring terkait kegiatan PT SM yang di tolak saat pematokan lahan,atau di kritisi oleh warga, akibat di duga kurang bersosialisasi ke masyarakat, ter jadang langsung bermanuver, dengan kegiatan baksos dan lain lainnya, dan itu di lakukan oleh kelompoknya, menurut hasil kroscek kami di lapangan.yang lebih kentara lagi, ada  kepala Desa dan ASN  kecamatan yang kadang juga bermanuver, seolah olah backing untuk perusahaan tersebut, padahal, harusnya,sebagai  kepala Desa atau perangkat  Kecamatan yang nota bene ASN tersebut, mestinya,di fasilitator sekaligus dinamisator bagi warga juga pihak perusahaan, atau, kalau mau jadi humasnya perusahaan, harus sesuai kapasitasnya.
Kalau kepala Desa, ya, bo,, jadi lah kepala Desa, jangan jadi backing perusahaan, itu jelas telah melanggar wewenang dan jabatan, selaku kepala Desa,’ cetusnya.

Dengan munculnya gejolak dan kontroversi di sebagian masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM RAJAM ) akan melakukan investigasi lebih dalam lagi, baik di lapangan juga di perijinan, pasalnya di duga ada yang janggal juga, di seputar kegiatan pembebasan, yang banyak di lakukan PT SM ini, dengan sistim belanja, se olah olah ada siasat untuk menghindari pajak dan lain lainya.

Sementara lahan yang di bebaskan adalah, ada sebagian lahan bekas HGU Ciawi Surat yang jumlahnya 4038 ha, dengan 5 persil, yang perpondingannya di lakukan oleh PT Arian pada tahun 1998, klo tidak salah, tapi lebih riilnya, kami akan men cek ulang BPN dan Dinas terkait lainya,” terang Epi Yudistira.
 
” Ya, kita akan kroscek lagi terkait kegiatan PT Suda Miskin ini, termasuk akan mendatangi tim legal perusahaan,” tutupnya.

Sementara Uton Witono, yang akrab di panggil Jaro Samboja, yang menurut informasi sering bermanuver di media, yang informasinya,selaku humas PT SM ini, ketika di konfirmasi media ini via WA, bahkan beberapa kali di hubungi,aktif juga pada hal WA nya, sebagai pejabat publik, Samboja, sapaan akrabnya, tidak pernah sekali saja, merespon konfirmas. (Din)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here