Pelayanan Agen E- Waroeng Desa Sukajadi mengundang Kekecewaan Sejumlah KPM

0
157

Lebak – SNNews.net

Agen E- Waroeng sebagai pemasok sembako bantuan Pemerintah seharusnya bekerja secara fropesional dan bertanggung jawab dalam melayani kebutuhan Keluarga Penerima Manfaat ( KPM) jangan sekali – kali berani bermain dan mempermainkan masyarakat selaku penerima manfaat, apalagi sampai melakukan kecurangan dalam penyaluran bantuan tersebut, sebab ini sangat fatal akibatnya, jika masyarakat berteriak maka hukum yang akan bicara.

seperti yang terjadi di Desa Sukajadi Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak – Banten,di duga akibat pelayanan  Agen E- Waroeng yang kurang baik Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat ( KPM )program sembako bantuan Pemerintah menuai kekecewaan dan berbagai keluhan KPM ,  Pasalnya meski KPM telah melakukan transaksi penggesekan rekening  saldo yang di lakukan agen setempat  namun komoditi komoditi yang di belinya belum di terima, baik KPM yang NIK nya sudah aktif maupun yang susulan jelas ini menimbulkan pertanyaan besar bagi kami masyarakat penerima manfaat, ada apa sebenarnya dengan agen E- Waroeng yang di kelola Bu Nani selaku pemasok sembako Desa Sukajadi, demikian di katakan sejumlah KPM Desa setempat ( Jum’at/26/04-22)

mengenai hal ini snn.news mencoba mengkonfirmasi Nani selaku agen E- Waroeng Desa Sukajadi  via WhatsApp, dari keteranganya Nani menjelaskan ” Data yangvdatang itu bertahap, untuk tahap pertama data yang saya terima hanya 24 KPM, itu yang datanya sudah lengkap, sedangkan pada tahap berikutnya masih dalam proses dan masih dalam tahap penyesuaian By Name By Andres ( BNBA) atau daftar penerima. Terang Nani.

Sementara Ujang Sopiandi  kepala Desa saat di konfirmasi snn.news, via WA mengatakan, silahkan Pak hubungi langsung ibu Nani nya saja, saya sedang di luar daerah, jelasnya.

dari hasil penelusuran snn.news.net di lapangan, ternyata tidak saja terjadi di agen desa  Sukajadi, bahkan ada di beberapa Desa yang komoditinya di kirim dari PT Astan, ada juga yang sama dengan desa Sukajadi, komoditi belum di terima oleh KPM, tapi rekening di duga sudah di gesek.

Sementara Rosid selaku Direktur PT Astan, seperti merasa gelisah dan risih jika  ada Agen Desa yang di konfirmasi oleh awak media,  jika ada Agen/ E – Waroeng yang dia suplay, ada yang menkonfirmasi, Rosid  langsung mengontak awak media, seperti ada kepanikan atau di duga ada bau busuk yang di simpannya, padahal di dalam pedum program sembako, Agen / E- waroeng itu harus mandiri,bebas  belanja komoditi ke mana saja, pasalnya Agen harus bertanggung jawab untuk  memuaskan KPM ( Din/Red) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here