Uniknya Jalan Cibareno Enam Kali di Bangun Enam Kali Amblas Lantas Siapa Yang Bodoh

0
97

Lebak- SNNews. Net

Amblasnya jalan di wilayah Kampung Cibareno Desa Cibareno Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak – Banten di duga akibat struktur tanahnya yang labil, sehingga mudah bergeser dan runtuh, hal ini bukan lagi peristiwa yang aneh, kapan dan di manapun mungkin saja bisa terjadi.
Hal ini tentunya sudah menjadi tugas Pemerintah untuk dapat membangun dan memperbaiki kerusakan jalan tersebut, apalagi jalan Cibareno merupakan jalan Nasional yang menjadi akses penghubung batas wilayah antara Provisni Banten dan Provinsi Jawa Barat, tidak ada lagi alasan tentang bagaimana sulit dan kendala yang di hadapi dalam pelaksanaan pembangunan, apapun dapat di lakukan oleh Pemerintah, tinggal siapa dan mampukah dalam melaksanakan pekerjaannya.

Jalan Cibareno merupakan salah satu potret keprihatinan kebodohan kinerja pelaksana pembangunan entah Pihak DPUPR atau rekan kontraktornya yang tidak becus kerja, atau mungkin tim Tekhnisnya yang kurang pengalaman, sebab jalan tersebut sudah enam kali di tangani pembangunannya enam kali pula amblas, lantas siapa yang akan di salahkan.

Ahong salah satu warga wilayah setempat pada SNN.News mengungkapkan “
Sudah hampir enam kali penanganan pembangunan jalan Cibareno yang amblas akibat longsor, namun sampai sekarang belum terlihat hasil yang maksimal, konstur tanah yang labil salah satu kendala dalam pelaksanaan pembangunan pekerjaan, tim teknis PUPR juga para kontraktor sepertinya sudah kehabisan cara dalam mengatasi jalan yang amblas tersebut,” ungkap Ahong (Kamis 15/04/2021)

Ahong menambahkan ” dalam pengerjaanya kontraktor yang di awasi langsung oleh tim PUPR pusat dan juga dari tim Satuan kerjanya, baru dua bulan pekerjaan ini selesai, namun dua minggu kemudian jalan ini amblas lagi, padahal jalan tersebut masih di tutup terpal dan belum dapat di lalui kendaraan umum, papar Ahong sambil menunjukan lokasi amblasnya jalan.

Cara dan Tekhnis menangani amblasnya di ruas jalan kampung Cibareno – Cilograng yang slalu gagal ini, mendapat sorotan tajam dari aktivis Lebak selatan, Mohamad Sulistyo, dirinya mengatakan ” dari hasil investigasi saya di lokasi, terlihat, cara penanganannya tidak efektif, padahal itu udah jelas bahwa konstur tanah yang berair dan sudah pasti labil, sedang penanganannya gitu gitu saja, tidak di lakukan secara teknis yang mendalam, terangnya.

Menurutnya, itu perlu penanganan secara khusus, dan PUPR jangan asal tunjuk kontraktor saja apalagi kontraktornya yang belum pengalaman dalam penanganan pekerjaan tersebut, Ini kan masuk ke kategori bencana, mestinya di lakukan kajian dan di uji secara matang, di pasang pancangan besi harusnya, jangan di atasi cara itu lagi, itu lagi, seperti yang sudah sudah, sehingga tidak ada hasil dari pekerjaannya, dan jika memang kontraktor itu sudah tidak becus bekerja, yah jangan di paksakan, kan masih banyak yang mampu dalam pekerjaan tersebut” cetusnya.

Masih kata Sulistyo saya sebagai warga Baksel, yang tiap 2 Minggu sekali melintas di ruas jalan Cibaren, kadang merasa heran dan kesal dengan hasil pekerjaan tim PUPR pusat juga hasil pekerjaan kontraktor yang tanpa hasil tersebut. Ini kan masuk ke kategori bencana, ya penanganannya harus secara khusus, Pemerintah punya banyak anggaran pembangunan, namun jangan pula di manfaatkan baik oleh pihak DPUPR selaku Lembaga Pemerintah yang di percaya apalagi oleh para Kontraktor sebagai pelaku pekerjaan.
Jika benar – benar di kerjakan secara serius Dengan melaksanakan pekerjaan sesuai peraturan yang telah di buat baik dalam RAB maupun dalam denah prmbangunan, saya yakin akan membuahkan hasil yang maksimal, sebab saya percaya apapun yang di lakukan pemerintah pusat khusunya dalam pembangunan tidak ada kata sulit dan gagal apapun itu kendalanya, tergantung siapa dan bagaimana pelaksana yang di tunjuk dalam pekerjaan tersebut, penangan pembangunan jalan Cibareno yang tidak kunjung selesai ini bukti kebodohan para pelaksana pekerjanya, lakukan penanganan yang lebih riil sesuai fakta di lokasi, kaji, uji dengan matang dan seksama agar tepat, dan efisien juga, dalam menunjuk kontraktor yang akan mengerjakannya jangan asal asalan, tegasnya. (Din/ Red.)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here