Proyek Siluman Di Desa Maraya Jadi Sorotan LSM BCW

0
232

Lebak – SNNews.net

 Kegiatan proyek pembangunan Turap Penahan Tebing  sungai yang berlokasi di Desa maraya. kecamatan sajira Kabupaten Lebak Banten, bagaikan Proyek tak bertuan alias siluman, pasalnya proyek tersebut di kerjakan tanpa ada papan informasi proyek pembangunan,ini  jelas bertentangan dengan Undang – undang transparasi publik .jumat(23/04/2021).

Hal ini menjadi sorotan tajam Sukrani  Ketua Tim investigasi LSM Banten Coruption Word (BCW ) dirinya angkat bicara ” saya heran di era transparasi seperti sekarang masih saja ada pengusaha yang berani melakukan pembangunan tanpa memasang papan informasi publik terlebih dahulu, untuk apa pemerintah membuat undang- undang transparasi kalau tidak di patuhi oleh para rekanan pemborong, salah satu contoh proyek pembangunan Turap Penahan Tebing Sungai yang kini sedang di laksanakan di Desa Maraya Kecamatan Sajira, dari sejak pembangunan di laksanakan sampai sekarang tidak pernah terlihat papan informasi pembangunan, jelas ini telah melanggar undang- undang Transparasi, terangnya.

Sukrani menambahkan ” lantas apa maksud dan tujuannya pengusaha yang melakukan pembangunan tidak memasang papan proyek, apa dia takut ketahuan oleh publik, kalau anggarannya besar, pekerjaan asal- asalan, menggunakan matrial yang tidak seharusnya dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya( RAB) dan takut tidak mendapatkan ke untungkan besar, mengapa saya berani mengatakan demikian, karena saya punya alasan tersendiri, jika memang pengusaha yang mengerjakan proyek tersebut tidak mau di permasalahkan, bekerjalah yang jujur pasang papan informasi agar publik mengetahui, siapa yang mengerjakan, dari mana asal anggaran, berapa lama di kerjakan dan berapa jumlah volume yang di kerjakan, jelasnya.

Masih kata Sukrani  ” jika proyek pembangunan tersebut tanpa ada papan informasi, pantas jika di bilang proyek siluman, seharusnya pemborong itu sadar, bahwa proyek pembangunan tersebut anggarannya dari Pemerintah yang harus di ketahui publik, dan bukan dari nenek moyangnya, sehingga se enak udelnya saja melaksanakan pembangunan, Berdasarkan hal tersebut saya bersama masyarakat lainnya mencurigai bahwa dalam pelaksanaan pembangunan proyek tersebut diduga bermasalah sehingga pihak pelaksana kegiatan merahasiakan atau sengaja tidak memasang papan inpormasinya.
Dengan ketidak transparan itu juga layak untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang terkait atau pihak yang berwajib sehingga proses pembangunanya bisa sesuai dengan speknya. Pungkasnya.

Dari pantauan Wartawan media ini memang tidak diketemukan adanya papan inpormasi proyek, pihak media bertanya pada  warga yang enggan disebut namanya  menjelaskan kegiatan tersebut asal asalan dan menggunakan pasir teras apakah itu Layak apa tidak pembangunan tersebut menggunakan pasir teras, kami tidak mengerti soal proyek, dan sampai sekarang kami juga tidak tahu siapa pemborongnya, terangnya.

Nasrudin Ketua BPD Desa Maraya saat di pintai keterangan membenarkan, sejak di mulai pembangunan sampai sekarang belum pernah terlihat adanya papan informasi publik, jelasnya (Yyt).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here