Robohnya Pembangunan Embung Desa Leuwi Coo Lempar Batu Sembunyi Tangan

0
109

Lebak- suaranusantaranews.net

Menindak lanjuti pemberitaan di media ini tentang jebolnya pembangunan embung Desa Leuwi Coo Kecamatan Muncang dimana Ketua LSM Banten Coruption Wacht ( BCW) akan melayangkan surat laporan pengaduan ( Lapdu) kepada aparat penegak hukum, kini surat pengaduan tersebut telah di persiapkan dan tidak lama lagi akan segera di layangkan.

Seperti yang di katakan Ana Triana .SH. pada saat di konfirmasi oleh suaranusantaranews, via telepon selulernya mengatakan ” saya telah menyiapkan surat laporan pengaduan yang nantinya akan saya layangkan kepada aparat penegak hukum dan kepada Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Lebak, hal ini saya lakukan agar peristiwa jebolnya bangunan embung tersebut segera di tindak lanjuti dan di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karena ini bukan persoalan sepele, ini menyangkut kecerobohan dalam pembangunan sehingga merugikan uang negara dan merugikan masyarakat petani penggarap sawah yang terkena dampak dari pembangunan yang ambruk tersebut, dan lagi pihak – pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan tersebut jangan sampai lempar batu sembunyi tangan. Jelasnya.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Leuwi Coo yang namanya di rahasiakan saat di pintai keterangan mengatakan ” seharusnya pembangunan embung tersebut di kerjakan dengan benar sasuai standar, agar bangunan menjadi berkualitas, sebab jika tidak sesuai standar baik dalam pengerjaanya maupun pada penggunaan matrial akhirnya terjadi seperti itu, belum apa- apa sudah jebol, terangnya.

Veri Salah satu orang kepercayaan dari kontraktor yang mengerjakan bangunan tersebut saat di konfirmasi via Wact app oleh suara Nusantara news mengatakan ” masalah pembangunan embung sudah di serahkan kepada Kepala Desa Leuwi Coo, jika ada apa- apa silahkan temui saja Kepala Desa Leuwi Coo, jawabnya.

Suaranusantaranews coba menemui Rajudin Kepala Desa Leuwicoo, untuk mengkonfirmasi masalah ini, namun beberapa kali di temui Rajudin terkesan selalu menghindar dengan dalih banyak kesibukan, ketika di hubungi via Wacht app Rajudin tidak pernah mau menjawab.

Pihak Dinas PUPR Kabupaten Lebak saat di hubungi lewat telpon selulernya tentang permasalahan ini, dirinya mengatakan ” Udah jangan di ributkan, itu bangunan punya babeh, pengerjaannya pun belum selesai, persoalan robohnya banguna nanti juga akan di perbaiki kembali, jawabnya singkat.

( YYT/ Red) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here