PDAM Mati Masyarakat Mengeluh

0
35

Lebak- suaranusantaranews.net

Matinya aliran Perusahaan Daerah Air Minum( PDAM) Tirta Multatuli Kabupaten Lebak sudah hampir satu Minggu, membuat masyarakat selaku pelanggan yang selalu menggunakan air dari perusahaan tersebut kecewa, pasalnya masyarakat harus bersusah payah mencari air guna memenuhi kebutuhan sehari- hari, mulai dari mengangkut air dari tetangga yang mempunyai sumur, sampai mengangkut air dari masjid atau musholah yang menggunakan mesin jet Pum.

Seperti yang di katakan Tati ( 65) warga Kampung Keong Desa Cikatapis Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak,  pada suaranusantaranews ” sudah hampir satu Minggu air dari PDAM tidak mengalir, saya setiap hari harus mengangkut air dari sumur milik tetangga, kalau tidak begitu saya tidak bisa mandi dan mencuci pakaian, sebab saya hidup hanya berdua dengan cucu saya yang masih berusia 5 tahun, sebab anak- anak saya sudah pada berumah tangga jadi sudah tidak tinggal bersama saya lagi, di usia saya yang sudah tua ini mengangkut air dua ember saja sudah terasa lelah dan badan pada sakit, tapi mau bagaimana lagi, kalau harus menyuruh orang ambil air kan harus pakai upah, sedangkan saya tidak punya uang, terangnya.

Hal senada di katakan Nurasnawati menurutnya ” apa yang di katakan nenek Tati itu benar, air PDAM sudah hampir satu Minggu tidak mengalir, jadi untuk bisa mendapatkan air harus bolak- balik mengambil dari sumur tetangga, saya juga tidak mengerti kenapa sekarang PDAM sering mati, dan anehnya pihak PDAM tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya jika air akan padam, ini kan menyengsarakan kami selaku pelanggan PDAM, apalagi di masa vandemi Covid19 seperti sekarang, pemerintah melarang untuk keluar rumah, dengan matinya air dari PDAM menambah panjang daftar kesengsaraan kami selaku masyarakat kecil, sudahmah di batasi untuk keluar rumah di tambah lagi air PDAM mati. Jelasnya.

Jajang marbot masjid almutaqin Kampung Keong saat di pintai keterangan menjelaskan ” selama tidak mengalirnya air pasokan dari PDAM masyarakat banyak yang mengambil air dari mesjid, karena di masjid menggunakan mesin air, masyarakat yang mengambil air di masjid mulai dari habis Sholat subuh sampai malam, tida berhenti- berhenti, saya juga tidak bisa melarang karena masyarakat memang butuh air, sering kali air di masjid pun kering karena saking banyaknya yang masyarakat mengambil air, sehingga jemaah masjid bingung untuk mengambil wudhu, bahkan mesin air di masjidpun sering rusak akibat jarang di matikan untuk menyedot air, akibatnya mesin menjadi rusak, ini sangat mengganggu jamaah masjid untuk melakukan ibadah sholat berjamaah di masjid, tunkasnya( SA) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here