Ormas GAIB 212 DPC Lebak Tuntut Dinkes Lebak Utamakan kemanusiaan Terhadap Klinik Tanti Kirana

0
102

Lebak – suaranusantaranews.net

Persoalan Klinik Tanti Kirana yang melarang Pasien Meninggal di bawa dengan Ambulance milik Klinik masih menjadi pokok bahasan bagi Ormas Gaib karena pihak Klinik di anggap tidak manusiawi, namun lain halnya, dengan  Dinas Kesehatan maupun Puskesmas, yang mengagap persoalan itu bukan persoalan besar  dan tidak menyalahi aturan itu hanya tindakan moral.

Alwani Kepala Puskesmas Kecamatan Muncang saat di temui suaranusantaranews.net menjelaskan, mengenai persoalan Klinik Tanti Kirana dirinya mengaku belum bisa berbuat apa- apa karena Hj.Ela pemilik Klinik belum ada konfirmasi kepada kami, namun dirinya akan melakukan koordinasi terkait persoaln ini,

“Ya saya baru tahu terkait persolan ini dari rekan-rekan, kalau mengenai pasien meninggal yang tidak di perbolehkan pihak klinik membawa jenazahnya dengan mobil ambulance karena memang mobil ambulance secara SOP bukan diperuntukan jenazah, namun tidak ada upaya untuk mencari kendaraan jenajah itu sangat disayangkan,”ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Septian Supiono ketika dikonfirmasi via seluler mengatakan, secara Standar Oprasional Prosedur (SOP) kelinik belum ada poin yang dilanggar lamun ini hanya bersifat pelanggaran moral tak mengindahkan sisi kemanusiaan saja, “saya menganggap jika belum ada pelanggaran aturan prosedur SOP yang dilanggar, hanya mungkin dari sisi kemanusiaan kurang elok,”terangnya.

selain itu masih kata Supiyono, dinas kesehatan hanya memiliki kewenangan untuk merekomendasi serta mencabut izin oprasional jika terbukti melanggar aturan yang sudah ditetapkan,”terangnya lagi.

Sementara itu, Umar Vijay Ketua Ormas Gaib DPC Kabupaten Lebak kecewa apa yang telah di katakan baik oleh Kadinkes Lebak ataupun oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Muncang, seharusnya dinas terkait bertanggungjawab dengan fungsi pelayanan klinik dikabupaten lebak khususnya sisi kemanusiaan, karena SOP dibuat unsurnya adalah pelayanan publik dan asas kemanusiaan karena jika tidak maka pelaku kesehatan akan melanggar ketentuan Hak Azasi Manusia (HAM),”Iya, harusnya pelaku kesehatan seperti klinik harus memiliki standar pelayanan kesehatan yang memadai seperti mobil jenazah, toh pasien kan bayar gak gratis,”ucapnya.

Masih kata Umar, apalagi dengan dalih ambulan mobil metick serta beralasan jika ambulan tidak dapat digunakan untuk mayit, sungguh alasan yang tidak manusiawi,”ujar umar. (Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here