Wakapolres Lebak Ungkap Kasus Peredaran Jenis Sabu Oleh Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak

LEBAK-suaranusantaranews.net

Awal tahun 2022 jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak melakukan perss conference pengungkapan empat kasus peredaran narkotika Jenis shabu, dan berhasil menangkap empat tersangka pengedar shabu di wilayah Kabupaten Lebak, Selasa (18/1/2022).

Dalam press conference tersebut Wakapolres Lebak Kompol Roby Heri Saputra SH.SIK.M.H didampingi Kasat Resnarkoba Polres Lebak AKP Malik Abraham, SP dan Kasihmumas Iptu Jajang Junaedi menjelaskan pengungkapan kasus oleh jajaran Sat Resnarkoba kepada rekan insan media di aula Sanika Satyawada Polres Lebak.

Para tersangka berinisial (SR) 32 tahun, (SP) 24 tahun, (RM) 39 tahun, (RK) 39 tahun, ditangkap oleh jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak, Ke-empat tersangka di tangkap dengan barang bukti berupa narkotika jenis shabu dan peralatan hisap.

“Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra, SIK.M.I.K.melalui Wakapolres Lebak Kompol Roby Heri Saputra SH.SIK.M.H.mengatakan”
jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak telah berhasil melaksanakan pengungkapan terhadap empat perkara narkoba yang melibatkan empat orang tersangka, dan kita kenakan pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika”,ujar Roby.

Adapun kasusnya ini tiga perkara berhubungan jadi dimulai dari satu penangkapan terhadap tersangka (RM) dengan barang buktinya antara lain 12,89 gram kemudian dilakukan pengembangan yang kemudian, ditemukan melibatkan tersangka (SR) juga ditemukan barang bukti 1,11 gram dalam bentuk sabu-sabu di wadah permen”ungkapnya.

Dari tersangka (SP) kita temukan barang bukti shabu dengan berat 36,98 gram dan dari Tersangka (RK) diamankan barang bukti Shabu seberat 4,49 gram, jadi untuk total keseluruhan barang bukti Shabu seberat 44,31 gram,”tambahnya.

Roby menuturkan” Kita masih melakukan pengembangan dan memburu para tersangka lainnya, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan para pelaku dikenakan, pasal 114 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan denda paling banyak 10 Miliar Rupiah”tegas Roby.

“Terakhir, Kami menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Lebak untuk bersama-sama memerangi peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Lebak karena bisa merusak generasi muda penerus bangsa,”Pungkasnya.

Reporter : (Nom)

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *