Sungguh Kasihan Janda 53 Tahun Dan Kedua Anaknya, Tinggal Dirumah Yang Tidak Layak Huni

LEBAK-suaranusantaranews.net

Program pemerintah dalam memberantas Kemiskinan, rupanya belum sepenuhnya terpenuhi kenyataannya, masih ada masyarakat yang tinggal dirumah yang sudah tidak layak huni, Selasa (15/3/2022).

Salah satunya Nursah, (53) Tahun, warga Kampung Babakan Pedes, RT.001/RW.002 Desa Sukamarga Kecematan Sajira Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

“Nursah diusia (53) tahun, sudah puluhan tahun tinggal dirumah yang kondisinya sangat menghawatirkan dan sangat mengancam keselamatan dirinya, dan kedua anaknya.

Rumah yang dihuni Nursah, dan kedua anaknya, hanya terbuat dari anyaman bambu, dan semua kayu yang ada disekliling rumahnya, itu sudah sangat rapuh dan keropos, bahkan genting rumahnya sudah banyak yang hancur, dan disaat turun hujan seuisi rumahnya hampir semuanya banjir kena air hujan. Nursah hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun keselamatan Nursah bersama Ke-2 anaknya, sangat terancam akibat rumah yang dihuninya sudah tidak layak ditempati, namun dirinya tetap mendiami rumah tersebut, karena hanya rumah itulah satu-satunya yang bisa mereka tempati.

Belum adanya perhatian dari pemerintah untuk membangun rumahnya, membuat Nursah, hanya bisa pasrah tanpa pernah bisa berbuat apa-apa, janji manis memberantas kemiskinan yang keluar dari mulut para pengambil ke bijakan saat campanye, ternyata hanya bualan belaka, kenyataannya masih ada warga miskin yang menjerit, seolah tanpa pernah didengar oleh para sang pemangku jabatan, yang asik menikmati kursi jabatanya.

Ketika ditemui awak media suaranusantaranews.net Nursah, dengan wajah yang sangat sedih mengatakan”
Saya hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa, jangankan untuk membetulin rumah apa lagi membangun rumah, untuk makan sehari-hari saja kami makan seadanya, karena semua kebutuhan hidup saya beserta kedua anak saya, ditanggulangi sendiri jadi saya yang jadi tulang punggung keluarga. ungkap”Nursah.

“Masih dikatakan Nursah, saya berharap kepada pemerintah, dan intansi terkait, khususnya Pemerintah Kabupaten Lebak, agar kiranya bisa membantu penderitaan saya”tutupnya.

“Masih ditempat yang sama Entis Sutisna, Ketua Karangtaruna menyoroti” garis kemiskinan yang ada diDesa Sukamarga, kurang lebih ada 250 Kaka yang rumahnya sudah sangat memprihatinkan, bahkan mengancam keselamatan yang punya rumah. Dan salah satunya Nursah, yang tinggal dirumah tidak layak huni.

“Masih dikatakan Entis Sutisna, jadi saya meminta kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, Khususnya Pemerintah Kabupaten Lebak, agar secepatnya ngambil langkah dan tindakan, untuk membantu pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang ada diDesa Sukamarga Kecematan Sajira Kabupaten Lebak. Dan bahkan desa Sukamarga, dari dulu sudah mengajukan beberapa kali, tapi sampai saat ini belum ada tindakan dari Pemerintah dan intansi terkait, yang punya wewenang”,Pungkasnya.

Reporter : (Noma)

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *