Terjadinya Mahasiswa Yang Tersengat Aliran Listrik Disaat Unras, Ketua HMI Angkat Bicara

0
72

LEBAK-suara nusantara news.net

Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Badan Koordinasi Jawa Bagian Barat (Badko Jabagbar), Aceng Hakiki angkat bicara soal adanya salah satu mahasiswa diduga tersangat aliran arus listrik, saat lakukan demo didepan Pemda Lebak dan kantor DPRD Lebak. Senin (11/4/2022).

Salah satu mahasiswa yang tersengat arus listrik/kesetrum, itu diduga akibat kabel yang terjuntai pada besi pintu gerbang yang ada di Kantor Pemda Lebak.

Aceng Hakiki, ketua HMI MPO Jabagbar ketika ditemui awak media mengatakan” Itu diduga akibat kelalaian dari pihak pemerintah daerah, yang seharusnya ada pengontrolan atau pengecekan jikalau ada kabel yang menjuntai, yang bukan pada tempatnya, yang berakibat dapat membahayakan keselamatan manusia.

“Seharusnya kan ada pemeliharaan atau pengecekan, di sekitar Kantor Pemkab Lebak. ketika ada hal-hal yang bisa membahayakan, masa ada orang yang kesetrum didepan Gerbang, artinya kan itu ada juntayan salah satu kabel yang menempel pada besi gerbang, yang dialiri arus listri yang menempel pada besi depan gerbang tersebut. Ya bisa jadi diameternya dekat dengan besi gerbang itu, dan ini bukan masalah soal sudah tanggung jawab atau tidaknya, tapi hal ini menjadi catatan buruk karena ini menyangkut ke selamatan nyawa manusia,”tandas Aceng Hakiki.

Masih kata Aceng Hakiki, pihaknya mengecam keras jika ada kelalaian dengan adanya peristiwa tersebut, dan meminta kepada pihak APH segera menyelidiki peristiwa tersebut. Kami minta kepada pihak berwajib, segera lakukan penyelidikan apakah itu benar kelalaian, atau bagaimana, dan jika itu benar, maka siapa yang akan bertanggung jawab, karena itu bisa saja dipidanakan”,ujarnya.

Dan mirisnya kurang kepekaan Pemerintah Kabupaten Lebak, juga DPRD Lebak, selaku wakil rakyat terhadap para semua mahasiswa itu, dan hal ini menjadi catatan buruk yang ada di Kabupaten Lebak.
Padahal, kata Aceng, mahasiswa yang demo mewakili masyarakat membawa aspirasi masyarakat, untuk disetujui sebagai bahan pertimbangan dan upaya dari mahasiswa juga pemerintah dan DPRD Lebak. Aspirasi ini soal kelangkaan minyak goreng, soal kontitusi dengan adanya rencana Presiden tiga priode, segala hal yang menjadi keresahan masyarakat. Dan lantas apa yang mereka perjuangkan untuk masyarakat, jikalau aspirasi masyarakat tidak diterima. Saya sangat miris dengan teman-teman mahasiswa disaat demo sambil hujan-hujanan, namun tidak dijumpai oleh wakil rakyat”,imbuhnya.

“Jangan sampai hal ini akan kembali menjadi pembahasan, di elemen mahasiswa untuk melakukan pergerakan kembali, soal lemahnya kepedulian pemerintah daerah dan wakil rakyat Kabupaten Lebak,”tutup Aceng.

Alkadri, Asisten Daerah (Asda) 1 Pemda Lebak, ketika dihubungi melalui telpon WhatsAppnya” Membantah dengan adanya mahasiswa yang terkena setrum listrik saat demontrasi kemarin, Ia meminta agar dilakukan penyelidikan aliran listrik tersebut darimana sumbernya.

“Kita harus selidiki dulu benar engganya itu ada yang kesetrum, soalnya kan itu pagar pintu gerbang setiap harinya dibuka sama petugas dan kalau malam hari ditutup, tapi engga pernah ada yang terkena setrum,”ucap Alkadri.

Menurut Alkadri, adanya informasi mahasiswa yang kesetrum itu tentunya, harus diselidiki terlebih dahulu karena ketika adanya demontrasi mahasiswa pada hari senin tanggal 11-4-2022 itu, bukan hanya mahasiswa saja yang memegang gerbang tersebut, yang memegang itu banyakan diantaranya Polisi, dan Pol PP, tapi engga ada yang kena setrum. Kalau memang ada setrumnya mungkin semuanya kena setrum”,imbuhnya.

Dan ketika ditanya soal adanya salah satu mahasiswa bernama Sahrul Gunawan, yang mengaku tersengat listrik saat demo,
dan korban dilarikan ke RSUD Adjidarmo untuk dilakukan perawatan. Alkadri, mengaku akan melakukan konfirmasi, karena ia mengaku belum mendapat laporan adanya mahasiswa yang kena setrum, nanti saya akan konfirmasi karena yang bawanya temen-temen tapi engga ada yang konfirmasi ke kita, yang terkena setrum,”kata Alkadri.

Sementara itu Ketua Korps Pengader HMI MPO Cabang Lebak Sahrul Gunawan, membenarkan bahwa dirinya kena sengatan listrik dari gerbang Pemda Lebak, dan sempat di bawa ke RSUD Adjidarmo untuk dilakukan perawatan,”Pungkasnya.

Reporter : Noma

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here